Eks Ajudan Wali Kota Aceh Mesum di Mobil

MESUM PEDIA-BANDA ACEH -- Ismail dicopot dari jabatan komandan peleton Wilaytul Hisbah (pengawas syariat Islam), diduga setelah ia menangkap oknum PNS yang juga bekas ajudan Wakil Wali Kota Banda Aceh sedang berbuat mesum dengan wanita di dalam mobil.

Hastati Hasan, istri Ismail kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (18/4) menyatakan, dirinya sempat protes terhadap pencopotan jabatan suaminya itu, karena dinilai ada yang janggal.


"Suami saya Ismail, dicopot jabatan komandannya menjadi staf dan ditempatkan di Satpol PP Kota Banda Aceh. Ada yang aneh dalam pencopotan suami saya," ujarnya.

Ia menduga pencopotan jabatan suaminya ada kaitan dengan penangkapan seorang PNS yang berduaan dengan perempuan dalam mobil di Pantai Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.

"Saya sempat menanyakan kenapa dicopot dari komandan peleton. Apa ada masalah. Suami saya tidak tahu kenapa. Namun, ia sempat bercerita sehari sebelumnya, yakni dirinya bersama petugas WH lainnya sempat menangkap oknum PNS yang berduaan dengan wanita nonmuhrim di Pantai Ulee Lheue," katanya.

Menurut penjelasan sang suami, Hastati mengatakan, Ismail, suaminya bersikukuh memproses oknum PNS yang disebut-sebut pernah menjabat sebagai ajudan Wali Kota Banda Aceh.

"Ketika suami saya dan anggotanya membawa pelaku ke kantor, dalam perjalanan mobil patroli WH dicegat oleh Kepala Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Lalu oknum PNS berinisial AF dinaikkan ke mobil Kepala Satpol PP dan WH serta dibawa entah kemana," kata dia.

Oleh Sebab itu, Hastati bertekad menjumpai Wakil Wali Kota Banda Aceh untuk mempertanyakan pencopotan tersebut serta komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam penegakan syariat Islam.

"Sebenarnya, ini bukan masalah copot mencopot jabatan. Tapi, lebih kepada sejauh mana komitmen pemerintah kota terhadap penegakan hukum syariat Islam. Buktinya, kasus mesum oknum PNS tersebut tidak diproses," kata Hastati, yang juga mengaku sebagai pengurus KNPI Provinsi Aceh.

Sementara Ismail mengatakan dirinya dicopot dari jabatan komandan peleton WH sehari setelah penangkapan AF, oknum PNS yang disebut-sebut pernah menjadi ajudan Wali Kota Banda Aceh tersebut.

"Saya digeser menjadi staf saat apel pagi di kantor. Saya tidak tahu kenapa digeser dari jabatan komandan menjadi staf. Memang sehari sebelumnya, saya dan anggota menangkap oknum PNS yang diduga bermesum dalam mobil," katanya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Visitor

Label

Aceh (9) Ambon (2) Artikel (19) Bali (3) Bengkulu (1) Cabul (31) Dewan (1) Guru (8) Jakarta (4) Jaksa (1) Jambi (1) Jawa Barat (16) Jawa Tengah (4) Jawa Timur (46) Kalbar (1) Kalimantan Barat (1) Kalimantan Timur (5) Kepri (1) Lampung (4) Lombok (2) Mahasiswa (12) Mahasiswi (69) Mesum (150) NTB (2) NTT (1) Pekan Baru (2) Pengacara (1) Perkosaan (45) PNS (28) Polisi (2) Riau (1) SD (8) SMA (77) SMK (4) SMP (57) Sulawesi (13) Sumatera Selatan (3) Sumatera Utara (12) Sumbar (69) Tentara (1) Yogyakarta (2)

Arsip Blog